Nun, Pada Sebuah Cermin

Nun, Pada Sebuah Cermin
Penerbit: Republika
Kode Produk : 978-602-0822-09-8
Penulis : Afifah Afra
ISBN : 978-602-0822
Spesifikasi :
Poin Hadiah: 0
Lokasi stok: di Gudang Tokobukuafra.com (apa ini?)
Harga: Rp. 67.000 Rp. 57.000
Harga super hemat: Rp. 57.000
Qty:  Beli
   - atau -   
"Nun, Pada Sebuah Cermin" ditulis oleh Afifah Afra, merupakan bukunya yang 59. Berikut ini adalah sinopsisnya:
Mungkin Nun memang diciptakan sebagai sebatang "pena" yang ditakdirkan menuliskan kehidupan. Kehidupan dirinya yang pahit. Di rumah petak sempit di pemukiman liar bantaran sungai, Nun mulai menuliskan makna sebuah perjuangan. Dia yatim sejak kecil. Ketika lulus SMP dg nilai ujian cemerlang, Nun harus menerima kenyataan bahwa ibunya yang menjadi pemulung tak sanggup membiayai sekolahnya, bahkan menuntut Nun untuk membantu membiayai hidup mereka bersama kedua adiknya. Nun akhirnya mengais nafkah sebagai pemain ketoprak di sebuah grup ketoprak berusia 80 tahun yang sudah nyaris gulung tikar. Grup Ketoprak Chandra Poernama, namanya. Grup itu pernah berjaya dan meraih masa keemasan, namun perubahan kultur masyarakat yang lebih menyukai hiburan semacam sinetron, telah membuat ketoprak tak lagi menjadi tayangan yang dinantikan. Walhasil, grup itu pun nyaris mati suri. Hanya sisa-sisa penggemar, yakni orang-orang tua yang kian ringkih, yang masih menyempatkan untuk menikmati hiburan yang sebenarnya berkelas itu.
 
Meski hanya ditonton beberapa gelintir penonton, Nun selalu total berakting, meladeni lawan mainnya, Wiratno Sri Kameswara yang 15 tahun lebih tua. Wiratno, lelaki yang matang dan dewasa, bintang panggung yang dipuja-puja, namun ternyata juga memiliki kisah hidup yang getir, antara lain ditinggal istrinya pergi menjadi TKW di tanah Arab. Wiratno yang sering membius penonton dalam akting sebagai kesatria Jawa yang tampan, bijak perkasa, memang mampu menampilkan karisma dalam keseharian. Tetapi, itu bukan berarti kemiskinan hilang darinya. Meski berbalut kepapaan, aura ksatria Wiratno tak luruh. Dia tetap seorang pahlawan di alam nyata bagi Nun. Berkali-kali, pertolongan pemuda itu telah membuat Nun terlepas dari kesulitan. Cinta sejati pun pernah terlantun dari jiwa Nun kepada Wiratno. Sayang, lelaki itu merasa terlalu tua untuk memperdulikan remaja yang baru beranjak mekar seperti Nun.
 
Tak dinyana, di gedung ketoprak yang nyaris ambruk itu, Nun bertemu dengan Naya. Pemuda intelek, putra seorang pengusaha terkaya di kotanya, fotografer dan jurnalis andal, yang jatuh cinta padanya. Naya yang elegan, berhati lembut dan mencintai budaya, sangat berminat meliput grup ketoprak yang sangat bersejarah itu. Sepulang dari studi di Australia, Naya mendapati Tribun Bengawan, koran milik ayahnya, sebagai salah satu perusahaan yang akan dijual karena terus menerus merugi. Naya pun menerima tantangan ayahnya untuk membangkitkan koran itu dari ancaman kebangkrutan.
 
Salah satu langkah yang ditempuh Naya adalah menjadikan Tribun Bengawan sebagai koran dengan berita yang diolah dari depth interview. Dan budaya menjadi salah satu incaran Naya dalam membangun kekhasan Tribun Bengawan sebagai koran lokal di kota Solo. Tak heran, jika akhirnya Naya banyak bersentuhan dengan pegiat budaya di kota itu. 
 
Akan tetapi, perjumpaan pertama Naya dengan Nun ternyata telah menimbulkan kesan yang sangat mendalam di hati pemuda itu. Perjumpaan itu, ibarat dia menemukan sebuah buku dengan sampul dan judul yang memikat. Bukannya menutup dan meninggalkan buku tersebut, Naya justru ingin menyibak lembar demi lembar dan membacanya hingga tamat.
 
Dan akhirnya, dari pertemuan pertama, Naya pun seperti tersedot dalam labirin tak bertepi. Dia pun akhirnya memasuki pusaran kehidupan Nun dan lingkungannya di pemukiman liar bantaran Kali Anyar dekat Terminal Tirtonadi, dengan berbagai dinamika kehidupan sosial masyarakat miskin pinggiran. Mereka mengeja bersama narasi Ibunda Nun yang merasa bahwa hidupnya telah sama sekali hancur, narasi seorang pelacur jalanan bernama Petty, hingga lelaki yang mengaku sebagai "Ustadz" Jagad Prabangsa yang membuka jasa menikahkan pasangan-pasangan secara siri. Awalnya, Naya hanya menganggap semua itu sebagai fenomena sosial masyarakat pinggiran. Namun, alangkah kagetnya ketika suatu saat dia memergoki seorang lelaki terhormat berstrata sosial tinggi ternyata mendatangi Ustadz Jagad yang membuka praktik di depan rumah Nun untuk dinikahkan secara siri dengan selingkuhannya. Padahal, Naya tahu pasti, bahwa lelaki itu memiliki istri yang jelita, berpendidikan tinggi, dan kehidupan sosial yang mapan dan harmonis.
 
Naya semakin tenggelam dalam kubangan rasa yang tak menentu. Ingar bingar dalam jiwanya semakin gemuruh, karena akhirnya Naya menyadari bahwa dia jatuh cinta kepada Nun. Dan dia nekad untuk mengejar Nun. Sayangnya, selama ini ternyata Naya merasa hanya menjadi bayangan maya dari ibundanya. Sang ibu, perempuan mempesona yang selalu anggun itu, bukan perempuan bawel yang terang-terangan melarang dia berhubungan dengan gadis semacam Nun. Sang ibu sangat terdidik, berderajat luhur, tak pernah berkata selain kata-kata indah bernilai sastra tinggi. Tetapi, justru dengan kelembutan sang bunda, Naya tahu bahwa hubungan mereka tidak direstui.
 
Realitas kehidupan kemudian seolah-olah berbalik memusuhi hidup Nun. Bukan saja karena kisah kasihnya yang tak menentu, namun juga karena permasalahan demi permasalahan yang sangat pelik menderanya bertubi-tubi. Mulai dari masalah pribadi, hingga niat Denmas Daruno, pemilik grup ketoprak Chandra Purnama yang ingin membubarkan grup itu dan menjual gedungnya untuk dijadikan mall karena merasa kecewa akibat gagal terpilih sebagai calon wakil walikota.
 
Di depan cermin tua retak peninggalan seorang Nyonya Belanda yang gila karena senang bercakap-cakap dengan sosok mayanya, Nun mengadukan segala perih kehidupannya. Apakah Nun pun akhirnya akan menjadi gila sebagaimana Nyonya Belanda itu?
 
Baca selengkapnya ulasan Afifah Afra tentang novel NUN di 
NUN: Pada Sebuah Cermin, Novel Terbaru Saya

 

Tulis resensi

Nama Anda:


Resensi Anda: Note: HTML is not translated!

Rating: Buruk            Baik

Masukkan kode dalam kotak di bawah ini: