Gue Berani Berjilbab Syar'i

Gue Berani Berjilbab Syar'i
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Kode Produk : 9786021614396
Penulis : Enes Kusuma, Gengtik Grammar K, Chiizumi, Nur Azizah, @zufaiiry,
ISBN : 978602161439
Spesifikasi :
Poin Hadiah: 0
Lokasi stok: di Gudang Tokobukuafra.com (apa ini?)
Harga: Rp. 28.000 Rp. 20.000
Harga super hemat: Rp. 20.000
Qty:  Beli
   - atau -   

"Jilbab membuatku jelek."

"Jilbab membuatku terkesan kuno."

"Nanti wajahku makin bulat kalau pakai jilbab."

"Memakai jilbab kayak ibu-ibu saja."

"Ingin menjilbabi hati dulu, baru menjilbabi tubuh."

"Ntar aja deh, jilbabannya. Nunggu nikah dulu atau ntar kalau udah tua"

Ehmm... Betul nggak sih pernyataan-pernyataan di atas? Perasaan, nggak gitu-gitu amat, deh! Justru kalau mau jujur, wanita yang berjilbab itu jadi terlihat lebih cantik dan anggun. nggak percaya? Coba lihat di sekeliling kita. Banyak, kok, para muslimah berjilbab yang rapi, cantik dan anggun. Salah satu contohnya, OSD atau Oki Setiana Dewi, artis yang cantik dan anggun dengan jilbab syar'inya. Dan pastinya bikin para lelaki buaya daratan dan karatan itu nggak mau melecehkan atau menggoda mereka. Yah, paling-paling digodanya dengan ucapan "Assalamu'alaikum". Hehe.... Menggodanya pun tanpa disadari sambil didoakan, ya.

"Tapi, kok, banyak muslimah berjilbab justru malah pakaiannya ketat, umbar kemesraan dan kemesuman dengan pacar di tempat umum, atau malah berjilbab tapi zina. Gimana, tuh?"

Gais! Setiap orang sedang berproses, termasuk kita. Mereka yang berjilbab tapi masih bermaksiat itu juga sedang berproses, kita mesti hargai itu! Lagi pula, berjilbab memang bukan jaminan tidak bermaksiat sama sekali, taoi berjilbab adalah bukti KETAATAN dan KECINTAAN kita kepada Allah yang Maha Mencintai kita. Masa' iya, demi pacar aja rela kehabisan pulsa, duit, bahkan habis 'kehormatannya', sedangkan demi Allah kita tak mau melaksanakan perintah untuk berpakaian syar'i. Padahal, perintah itu juga demi kebaikan dan keamanan diri kita sendiri.

Jadi, kenapa ragu untuk segera berjilbab syar'i? Bukankah kita ingin menjadi hamba yang disayangi Rabb kita?

Tulis resensi

Nama Anda:


Resensi Anda: Note: HTML is not translated!

Rating: Buruk            Baik

Masukkan kode dalam kotak di bawah ini: